| Pencegahan Infeksi HIV Nosokomial dengan Menggunakan Kewaspadaan Standar |
|
Kewaspadaan standar diterapkan untuk:
Kewaspadaan standar dimaksudkan untuk mengurangi risiko penularan mikroorganisme dari kedua sumber dari infeksi di rumah sakit yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Dalam prinsip kewaspadaan standar, semua darah dan cairan tubuh harus dipertimbangkan secara potensial terinfeksi dengan penyakit menular-darah termasuk HIV dan hepatitis B dan C, tanpa terkait dengan status ataupun faktor-faktor risiko seseorang. Kewaspadaan standar termasuk penggunaan:
Mengapa kewaspadaan standar menjadi penting? Terpajan darah dan cairan tubuh dapat menyebarkan infeksi seperti hepatitis B dan C, bakteri, virus dan HIV. Pajanan ini dapat terlihat dengan jelas (seperti ketika menggunakan spuit untuk menusuk kulit) atau tidak kentara (saat darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi kontak dengan lecet kecil pada perawat). Infeksi dapat ditularkan dari pasien ke pasien yang lain, dari pasien ke tenaga kesehatan atau dari tenaga kesehatan kepada pasiennya (meskipun hal ini jarang terjadi). Tidak mengikuti kewaspadaan standar dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penularan infeksi yang sebenarnya dapat dihindari. Bagaimana kewaspadaan standar terjamin? Sebelum tenaga kesehatan dapat mematuhi prosedur kewasapadaan standar, otoritas nasional dan lembaga pelayanan kesehatan harus menjamin bahwa semua pedoman dan kebijakan mereka cocok diterapkan di lokasi dan bahwa peralatan dan persediaannya mencukupi. Untuk memudahkan tenaga kesehatan mematuhi praktek pengendalian infeksi, kebijakan dan pedoman tingkat nasional dan lembaga pemerintah harus:
Sumber daya manusia, infrastuktur dan pasokan yang dibutuhkan Sebagai tambahan bagi pedoman institusional dalam pengendalian infeksi, persediaan dan sarana yang dijelaskan diatas harus tersedia: tempat mencuci tangan, penigkatan persediaan air, peningkatan sistem ventilasi, sarana sterilisasi, persediaan pencucian, obat-obat oral, jarum dan spuit steril sekali pakai, wadah benda tajam, desinfektan, kapasitas leboratorium, peralatan dan reagen laboratorium, dan obat anti-retroviral. Pengelolaan limbah pelayanan kesehatan mungkin membutuhkan konstruksi khusus, seperti inienerator dan pilihan lain dari insinerator. Mengangkat seorang spesialis pengendalian infeksi atau seorang staf administratif untuk mengurangi angka infeksi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan akan sangat menguntungkan. Upaya-upaya pencegahan infeksi harus menjadi bagian dari pelatihan tenaga kesehatan tersebut, yang harus diawasi secara rutin dalam pekerjaannya. Usaha-usaha khusus harus dibuat untuk memantau dan mengurangi prosedur invasif yang tidak diperlukan. Sebagai tambahan, asosiasi profesi, termasuk asosiasi perawat nasional dan asosiasi kedokteran nasional, harus bersatu dalam melindungi tenaga kesehatan dan mendukung prinsip “kerjakan sejak pertama tanpa membahayakan”. Informasi biaya Biaya peralatan yang dibutuhkan untuk memastikan kewaspadaan standar (sarung tangan, sabun, desinfektan, dll) secara pasti akan menambahkan dalam biaya operasional pelayanan perawatan kesehatan dan akan berbeda-beda sesuai dengan persediaan dan peralatan yang perlu ditambahkan, besarnya institusi dan populasi pasien yang dilayani. Bagaimanapun juga, keuntungan bagi keduanya baik pegawai dan pasien dapat mengizinkan pengeluaran ini. Memastikan kewaspadaan standar harus dilihat sebagai tanggungjawab institusi pelayanan kesehatan yang tidak perlu dinegosiasikan untuk pegawai kesehatan tersebut dan pasiennya. Dimana tingkat prevalensi infeksi HIV, hepatitis dan penyakit infeksi menular lainnya tinggi, keefektifan biaya karena melakukan kewaspadaan standar juga akan bertambah besar. Referensi kunci
sumber: Joint ILO/WHO Guidelines on Health Services and HIV/AIDS |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Sepuluh Makanan Yang Bagus Agar Tulang Kuat
- Permasalahan PDP Aids di Indonesia
- Manfaat Sambiloto untuk Pengobatan
- Sambung Nyawa, Lalapan Pereda Hipertensi
- Sekilas Mengenal Pengobatan Dengan Herbal
- Ampuh mana, Cokelat atau Ciuman?
- Pupuk Eceng Gondok
- Sepuluh Tips Alami Untuk Tidur Lebih Baik
- Fengshui: Benda-benda Yang Harus Diwaspadai
- Malaria dalam Kehamilan
- Alternatif Lain Menikmati Sayuran
- Tips Mencegah Resiko Terkena Osteoporosis
- Mengenal Rinitis Atrofi
- Sarapan, Dari Yang Sehat Sampai Yang Bikin Langsing
- Penyakit yang Membuat Tidur Terasa Melelahkan