Loading
| Aneka Ragam Alat Kontrasepsi |
|
Metode Kontrasepsi Alami Metode alami hanya bisa diterapkan pada wanita dengan siklus haid teratur. Caranya dengan menghindari sanggama pada saat subur. Alat bantu metode ini adalah pengukuran suhu basal dan uji kekentalan lendir leher rahim. Kelebihan:
Metode Kontrasepsi Dengan Alat Bisa dibagi menjadi: 1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Alat kontrasepsi dalam rahim mempunyai beberapa tipe, antara lain Copper T380A, Nova T, dan beberapa AKDR yang diberi hormon (mirena, Levo Nova). Kelebihan:
2. Kontrasepsi Dengan Metode Perintang Yang paling umum digunakan adalah kondom, diafragma, dan spermisida. a. Kondom Kantong kecil yang terbuat dari karet ini bekerja dengan membungkus penis, sehingga sperma yang keluar tetap berada dalam kantong tersebut. Kelebihan:
b. Diafragma Berbentuk seperti mangkok ceper, terbuat dari karet. Cara penggunaannya dimasukkan ke dalam vagina. Alat ini berkerja dengan cara menutupi mulut rahim, sehingga sperma, meski masih masuk ke vagina, tak bisa meneruskan perjalanan ke rahim. Kelebihan:
c. Spermisida Alat KB ini memiliki bentuk beragam. Ada foam aerosol (busa), tablet, krim, jeli, dan spons. Dipakai dengan cara dioleskan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Spermisida mematikan sel-sel sperma sebelum sempat memasuki rahim. Kelebihan:
Kekurangan:
3. Metode KB Hormonal Kebanyakan kontrasepsi hormonal mengandung estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja. a. Pil KB Terpadu Umumnya mengandung hormon gestagen dan estrogen sintetik. Pil yang dianjurkan adalah pil dosis rendah yang mengandung estrogen kurang dari atau sebesar 35 mikrogram dan 1 miligram progesteron. Kelebihan:
b. Pil KB Mini Beda dengan pil KB terpadu, pil ini hanya mengandung gestagen saja. Kelebihan:
Suntikan progestin; Kelebihan:
Suntikan terpadu Suntikan yang mengandung hormon gestagen dan estrogen, misalnya, depo estrogen-progesteron atau cyklofem. Kelebihan:
Kekurangan:
d. Susuk Dipakai dengan memasukkannya ke bawah permukan kulit sebelah dalam lengan. Ada 2 jenis:
Kelebihan:
Metode Kontrasepsi Laktasi Metode ini hanya bisa diterapkan pada ibu menyusui yang benar-benar menyusui secara eksklusif/terus-menerus. Kelebihan:
Metode Kontrasepsi Darurat (Pasca Senggama) Sebenarnya kontrasepsi ini bukan merupakan alternatif untuk pencegahan kehamilan. Namun, dalam keadaan darurat metode kontrasepsi ini dapat digunakan, yaitu setelah berhubungan seks dan sebelum implantasi (menempelnya embrio pada dinding rahim). Yang perlu dicermati, kontrasepsi darurat hanya dibolehkan bagi wanita yang tidak menggunakan jenis kontrasepsi apa pun dan yang melakukan sanggama pada pertengahan siklus haidnya. Ada beberapa jenis kontrasepsi darurat: Estrogen: Sudah mulai ditinggalkan karena dosis yang digunakan cukup tinggi, sehingga menimbulkan banyak efek samping. Estrogen-progesteron: Diberikan dalam 24 jam atau paling lambat 48 jam pascasanggama. Dosisnya harus tinggi. Gestagen: Diberikan paling lambat 3 jam setelah sanggama. Danazol: Dosis yang diperlukan 800-1200 mg/hari. Banyak menimbulkan efek samping. Antiprogestin: Dikenal sebagai abortivum. Dosisnya cukup 600 mg/hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kekurangan:
Metode Kontrasepsi Mantap Dikenal juga dengan sterilisasi, yaitu operasi pada saluran indung telur (perempuan) atau saluran sperma (laki-laki) agar steril atau tak ada sel telur untuk dibuahi maupun sel sperma untuk membuahi. Sterilisasi pada wanita disebut dengan tubektomi sedangkan para pria dikenal dengan vasektomi. Tubektomi Kelebihan:
Vasektomi Kelebihan:
Perlu Disesuaikan Dengan Usia Pemilihan alat kontrasepsi perlu disesuaikan dengan usia. Bagi perempuan 20-35 tahun disarankan menggunakan kontrasepsi pil atau kondom. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim seperti IUD atau Spiral adalah pilihan kedua untuk menghindari terjadinya risiko infeksi pada rahim. Dengan alasan yang sama pula, AKDR sebaiknya tidak digunakan bagi perempuan yang belum pernah memiliki anak. IUD/Spiral bisa dipakai perempuan yang telah mempunyai anak atau telah berusia di atas 30 tahun. Sedangkan bagi perempuan di atas 40 tahun jangan menggunakan kontrasepsi pil. Pil KB biasanya menggunakan hormon estrogen dan atau gestagen sintetik. Untuk mengonsumsi pil ini dibutuhkan fungsi hati yang cukup bagus, sementara fungsi hati pada wanita di atas 40 tahun biasanya sudah berkurang. Lebih baik, gunakan AKDR atau Kontap (kontrasepsi mantap), seperti tubektomi atau vasektomi. |
Random Artikel
- Mau Terhindar dari Hipertensi, Batasi Garam 1 Sendok Teh per Hari
- Mengenal Kultur Jaringan
- Diet untuk berbagai Penyakit
- Online Payment Methods
- Body Scanner di Bandara Bisa Memicu Kanker dan Menggugurkan Kandungan
- Tips Bagi Yang Ingin Segera Hamil
- Protein Belalang Lebih Tinggi Dari Udang
- Enam Langkah Untuk Mencegah Keracunan Makanan
- Prospek Bisnis Tanaman Obat di Indonesia
- Semangka, buah segar penambah kesuburan
- Mengenal Napza dan Penyalahgunaannya
- Wanita Pemelihara Kucing Bisa Mandul
- Sebelum ke Internet
- Faktor Resiko Hipertensi yang Dapat Dikontrol
- Manfaat Pertanian Organik
- Manfaat Belimbing Wuluh
- Nutrend Royal Jelly
- Sekilas tentang Kanker
- Tanaman yang Berkhasiat Mengatasi Demam Berdarah Dengue
- SearchStatus: A Search Extension for Firefox
