Sekitar 25% dari serangan jantung terjadi secara diam-diam, tanpa gejala yang jelas atau mudah dikenali. Serangan jantung diam-diam ini kadang-kadang bisa berubah menjadi fatal, yang bisa saja akibat terlambatnya penanganan secara medis karena tidak dikenalinya gejala awal. Orang yang kelihatannya sehat karena tidak pernah mengeluhkan gejala penyakit apapun bisa mendadak meninggal akibat serangan jantung.

Mengetahui kondisi jantung sejak dini dan merasakan adanya tanda-tanda sakit jantung merupakan bentuk kewaspadaan dari serangan sakit jantung yang mungkin datang secara tiba-tiba. Jika tanda sakit jantung sering diabaikan dan tidak segera ditangani, maka semakin banyak kerusakan yang akan terjadi pada organ jantung secara permanen, dan hal yang fatal terjadi adalah kematian.

Meskipun beberapa dari serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba dan intens, sebagian besar mulai dengan perlahan-lahan berupa rasa nyeri ringan atau rasa ketidaknyamanan. Gejala serangan jantung juga dapat bervariasi dari orang ke orang.

Berikut adalah beberapa gejala serangan jantung yang harus diwaspadai:

1. Pembengkakan jantung

Gagal jantung bisa menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh, yang selanjutnya dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki. Kadang-kadang, akumulasi cairan ini menyebabkan penderita penyakit jantung mengalami penambahan berat badan yang mendadak. Pada beberapa orang yang mengalami pembengkakan jantung juga cenderung kehilangan nafsu makan.

2. Kecemasan

Banyak penderita penyakit jantung menyatakan bahwa mereka mengalami semacam perasaan kecemasan atau kegelisahan yang hebat sebelum serangan jantung terjadi. Oleh karena itu, lebih baik untuk berhati-hati jika anda mengalami perasaan yang sangat cemas atau gelisah atau stress, karena hal ini bisa jadi merupakan salah satu gejala utama serangan jantung yang harus anda waspadai.

3. Rasa nyeri di bagian tubuh lain

Selain rasa nyeri pada bagian dada yang biasanya muncul setiap harinya, penderita jantung juga dapat merasakan rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh lainnya, hal ini dikarenakan semakin berkurangannya suplai pasokan darah ke bagian tubuh tersebut.

Sebagian besar penderita serangan jantung, rasa sakit dimulai di dada dan kemudian menyebar ke bahu, lengan, siku, leher, rahang, punggung dan bahkan perut.

4. Batuk

Batuk kronis umumnya merupakan sebuah indikasi adanya infeksi saluran pernafasan, tapi mungkin juga memiliki kaitan dengan penyakit jantung. Orang yang menderita gagal jantung dapat mengalami batuk dengan atau tanpa dahak (kadang dahaknya berdarah) atau juga batuk kronis atau asma yang merupakan gejala gagal jantung. Hal ini merupakan akibat dari penumpukan cairan di paru-paru.

Jantung adalah organ pemompa yang memasok darah terdeoksigenasi ke paru-paru, yang kemudian dibawa pembuluh darah ke seluruh bagian tubuh. Jika kemampuan memompa jantung terganggu atau terserang penyakit, hal ini akan menimbulkan kongesti paru. Cairan di dalam paru-paru dan jantung dapat menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas atau tersengal-sengal.

Gejala umum yang harus diwaspadai

Beberapa gejala umum yang perlu disadari antara lain berupa ketidaknyamanan dada, sesak napas, keringat dingin, mual dan pusing. Jangan abaikan jika gejala-gejala ini terjadi selama lebih dari 5 atau 10 menit.

loading...