| Sindrom Nefrotik pada Lansia |
|
Biasanya 1 dari 4 penderita sindrom nefrotik adalah penderita dengan usia > 60 tahun. Namun secara tepatnya insiden dan prevalensi sindrom nefrotik pada lansia tidak diketahui karena sering terjadi salah diagnosa. Apabila penyebab dari penyakit ini adalah penyakit sistemik maka dapat ditemukan gejala klinis sesuai dengan penyebabnya. Pada lansia dengan Diabetes melitus sering dihubungkan dengan kelainan glomerulus yang mengakibatkan sindrom nefrotik pada lansia.
Dilakukan pemeriksaan urin dan darah untuk memastikan proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperlipidemia. Diperiksa fungsi ginjal dan hematuria. Biasanya ditemukan penurunan kalsium plasma. Diagnosis pasti melalui biopsi ginjal.
Dianjurkan untuk tirah baring dan memakai stoking yang menekan, terutama untuk pasien lanjut usia. Hati-hati pada pemberian diuretic, karena adanya proteinuria berat dapat menyebabkan gagal ginjal atau hipovolemik. Harus diperhatikan dan dicatat keseimbangan cairan pasien, biasanya diusahakan penurunan berat badan dan cairan 0,5-1 kg/hari. Dilakukan pengawasan terhadap kalium plasma, natrium plasma, kreatinin dan ureum. Bila perlu diberikan tambahan kalium. Diuretik yang biasanya diberikan adalah diuretic ringan, seperti tiazid atau furosemid dosis rendah, dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan. Garam dalam diet dan cairan dibatasi bila perlu. Pemberian albumin i.v hanya diperlukan pada kasus-kasus refrakter, terutama bila terjadi kekurangan volume intravaskular atau oliguria.
Dianjurkan pemberian makanan tinggi kalori dan rendah garam. Manfaat diet tinggi protein tidak jelas dan mungkin tidak sesuai karena adanya gagal ginjal, biasanya cukup dengan protein 50-60 g/hari ditambah kehilangan dari urin.
Diberi antibiotik profilaksis, terutama terhadap infeksi pneumokok.
Dilakukan pada pasien dengan sindrom nefrotik berat, kecuali bila terdapat kontraindikasi. Tetapi (biasanya warfarin) dipertahankan sampai penyakitnya sembuh.
Pada dewasa tidak sama seperti anak-anak diberi terapi steroid sebagai penegakan diagnosis, kelainan minimal hanya menjadi penyebab yang mendasarinya.
Prognosa
#ebooks |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Berkenalan dengan Mastitis
- Kunang-kunang sebagai indikator lingkungan
- Pertolongan Pertama Jika Anak Terkena Diare
- Cara Mengurangi Bau Jengkol
- Khasiat Tanaman Nenas
- Kuis Resiko Penyakit Jantung
- Kesehatan dan Konsumsi Garam
- Zat Berbahaya Dalam Makanan
- Khasiat Daging Belut
- Mengenal Instrumen Pasar Modal di Indonesia : Obligasi
- Panasea Penyelamat Jantung
- Khasiat Seledri Untuk Obat
- Delapan Masalah Kesehatan Yang Dapat Ditangani Vitamin E
- Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati Pakan Ikan
- Pengaruh Vetsin pada Saraf