| Sekilas Mengenal Menopause |
|
Dalam proses menua setiap wanita akan mengalami masa klimakterium. Masa klimaketrium ini berlangsung beberapa taun, kadang-kadang lebih dari 10 tahun, antara usia 40-65 tahun. Masa klimakterium ini berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause, dan terdiri dari beberapa fase yaitu:
Namun di dalam dunia medis dan masyarakat umum yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah menopause. Gejala Menopause Dr. Janet Mc Arthur (1981) memerinci beberapa gejala yang terjadi pada menopause menurut waktu terjadinya: - Gejala dini Beberapa gejala dini yang menandai terjadinya proses menopause, antara lain:
- Gejala lanjut
Seksualitas Pada Menopause Banyak penelitian berpendapat bahwa kualitas dan kuantitias aktivitas seksual pada lansia bergantung pada kualitas dan kuantitas aktivitas seksual pada masa sebelum menginjak usia lanjut.Walaupun gejala-gejala menopause secara tidak langsung mempengaruhi responsitivitas seksual pada lansia namun bukan berarti menopause adalah akhir dari kehidupan seksual. Hal ini didukung oleh Master dan Johnson yang mengatakan bahwa kapabilitas seksual wanita tidak menurun sampai usia tua (sesudah 60 tahun sampai 80 tahun), namun diatas usia 60 tahun semakin sedikit wanita yang aktif seksual. Beberapa penelitian pun menemukan bahwa menurunnya minat akan aktivitas seksual lebih disebabkan karena faktor usia dan gejala vasomotor tidak berhubungan dengan aspek fungsi seksual. Diagnosa Menopause Seperti telah dikatakan diatas diagnosa dibuat apa bila telah terdapat amenorea sekurang-kurangnya satu tahun dan harus dikonfirmasikan dengan peningkatan kadar FSH dan kadar estradiol yang rendah. Dan dari anamnesa didapatkan berbagai gejala seperti diatas. Terapi Terapi dengan pemberian hormon estrogen dan progestin dapat membantu mengatasi gejala-gejala menopause yang ada dan juga dapat mengurangi resiko terjadinya osteoporosis. Namun penelitian yang disebut Women's Health Initiative (WHI) yang dilakukan the National Institutes of Health mengatakan bahwa terapi hormone estrogen dan progesteron meningkatkan resiko terkena stroke, serangan jantung dan kanker payudara pada wanita. Dan sampai saat ini masih menjadi kontroversial. Efek samping dari hormon estrogen :
Efek samping dari hormone progestin antara lain :
|
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Pria
- Mengenal Instrumen Pasar Modal di Indonesia : Reksa Dana
- Tips Seputar Ibu Hamil
- Lima Jenis Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol
- Potensi Antioksidan Selenium di Lahan Pasang Surut
- Obesitas, Alkohol, dan Sinar X Picu Risiko Terkena Kanker Payudara
- Demensia pada Lansia
- Sekilas Mengenal Vitamin C
- Budidaya Bunga Sedap Malam Roro Anteng
- Klasifikasi Diare pada Bayi Baru Lahir
- Permasalahan PDP Aids di Indonesia
- Perempuan Lebih Keras Kepala dari Lelaki
- Bekicot Sebagai Obat Luka
- Penyakit Cacing dalam Darah
- Mengenal Hematuria atau Darah dalam Urine