| Pengaruh Kosmetika Pada Kulit |
|
Kandungan zat-zat kimia dalam kosmetika dapat menyebabkan pengaruh yang buruk bagi kulit. Di daerah kulit muka dan kepala sering dijumpai reaksi kulit yang disebabkan oleh pemakaian kosmetika. Penggunaan kosmetika yang berlebihan juga dapat dapat mempengaruhi atau bahkan merusak fungsi kulit sebagaimana mestinya. Bila seseorang menggunakan suatu jenis kosmetika, kemudian mengalami reaksi hipertensivitas terhadap kosmetik tersebut, kulit menjadi merah, gatal sampai bengkak-bengkak. Daerah kulit yang terkena umumnya muka (terutama kelopak mata dan telinga) dan leher atau ketiak ketika menggunakan deodorant. Kulit mengalami iritasi segera sesudah pemakaian kosmetika di tempat tersebut dan kulit menjadi gatal dan merah sampai berair, misalnya karena penggunaan bleaching cream untuk memutihkan kulit, atau depilatori untuk menghilangkan rambut. Reaksi kulit yang terjadi pada tempat yang menggunakan kosmetik setelah kontak langsung dengan sinar matahari dengan panjang gelombang tertentu. Kulit di bagian tersebut menjadi merah, gatal kemudian menjadi hitam (hiperpigmentasi), misalnya reaksi kulit terhadap penggunaan parfum dan reaksinya berupa bintil-bintil atau gelembunggelembung berwarna merah kehitaman. Zat kimia yang dipakai pada pengeritingan, pelurusan dan pewarnaan rambut, dapat menyebabkan rambut menjadi rontok atau rambut patah bahkan dapat timbul kebotakan sementara (alopecia temporer). Pengeritingan rambut secara mekanis dapat menyebabkan kebotakan karena tarikan alat pengeritingan (traction alopecia). Kuku dapat rusak, tumbuh bergelombang, berwarna kusam, tidak tumbuh atau menjadi radang karena zat kimia yang terkandung dalam kosmetik kuku. Pada peristiwa ini terjadi sensitisasi tidak saja terhadap satu alergen yang telah menimbulkan zat anti terhadapnya, tetapi reaksi alergi juga berlangsung pada kontak dengan zat-zat yang struktur kimiawinya hampir serupa dengan alergen penyebabnya, misalnya pada hipersensitivitas terhadap cat rambut parafenilendiamida acapkali terjadi pula sensitisasi silang terhadap paratoluendiamina. |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Faktor Resiko Hipertensi yang Dapat Dikontrol
- Sekilas Mengenal Radikal Bebas dan Bahayanya
- Daun Dewa dan Manfaatnya
- Manfaat dan Kontraindikasi Pijat
- Mengenal Ikterus Neonatorum
- Falsafah Bajak dan Cangkul
- Pupuk Eceng Gondok
- Efek Kesehatan Letusan Merapi
- Jengkol, Pangan Kontroversial Yang Digemari
- Batasi Asupan Kalori, Cara Terpenting untuk Kendalikan Berat Badan
- Manfaat Belimbing Wuluh
- Minum Dua Cangkir Kopi Kurangi Resiko Kanker 43%
- Kadar Tinggi Vitamin C Lindungi Tubuh dari Stroke
- Diabetes Bukanlah Penyakit Gula Darah
- Pengaruh Buruk Nonton TV pada Anak-anak