| Enam Tips Menangani Allergi Rhinitis |
|
Alergi rhinitis merupakan alergi yang terutama berkaitan pada hidung, disebabkan oleh adanya alergen yang terhirup oleh hidung dan memicu respon hipersensitivitas. Ada dua jenis rhinitis alergi berdasarkan penyebabnya, yaitu seasonal allergic rhinitis (SAR) jika terjadi pada waktu yang sama setiap tahunnya, misalnya musim semi di mana banyak serbuk sari bunga yang beterbangan, dan perrenial allergic rhinitis (PAR) jika gejalanya terjadi sepanjang tahun, yang disebabkan oleh alergen seperti debu di rumah atau partikel dari hewan yang terbawa di udara. Untuk orang dengan kecenderungan alergi, lingkungan yang bersih sangat penting. Hal ini terutama untuk kamar tidur, di mana kebanyakan orang menghabiskan separuh hidup mereka. Mungkin sebaiknya gunakan kasur busa menggantikan kasur kapuk anda. Selain kamar tidur, lingkungan rumah dan sekitarnya yang kotor juga dapat memicu alergi. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi. Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda. Bersihkan hidung dengan air garam kami dua kali sehari dengan menggunakan semprotan, hal ini bertujuan untuk mengurangi penyumbatan di hidung anda. Awasi setiap makanan dan minuman yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan manakan dan minuman tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda. Meskipun gejala alergi sebagian besar bersumber pada hidung, anda mungkin dapat terkena alergi yang dipicu oleh makanan. Produk susu, gluten dan ragi merupakan makanan yang dapat memicu alergi rinitis ini. Dengan kondisi tubuh yang prima, kita tindak mungkin dengan mudah terserang penyakit, termasuk alergi. Salah satu penyebab kondisi tubuh melemah adalah akibat ulah radikal bebas yang menurunkan sistem kekebalan tubuh. Dalam jumlah yang berlebihan, radikal bebas menimbulkan peradangan dan kerusakan pada jaringan sel tubuh yang sehat. Antioksidan menetralkan radikal bebas dan mencegah mereka dari menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Asam lemak essensial omega 3 yang ditemukan dalam flax seed oil dan minyak ikan laut dalam, seperti salmon, dan cod, cenderung dapat membantu mengurangi inflamasi. Asam lemak esensial jenis lain yaitu gamma-linolenat (GLA), yang ditemukan pada evening primrose, borage dan minyak biji kismis hitam, juga dapat membantu mengurangi inflamasi. |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Manfaat Daun Salam
- Sekam Padi Sebagai Sumber Energi Alternatif
- Cara Mengurangi Resiko Serangan Jantung
- Tanda-tanda Umum Diabetes Type 1 dan Type 2
- Berbagai Tips Mengatasi Serangan Si Tomcat
- Sekilas Mengenal Penyakit Cacar Monyet
- Memilih Telur Yang Baik
- Rooibos, Teh Ajaib dari Afrika
- Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat di Indonesia
- Enam Keuntungan Memiliki Payudara Kecil
- Belatung Bersihkan Luka Lebih Cepat Daripada Perawatan Normal
- Sepuluh Bahan Pangan Musuh Kolesterol
- Keunggulan Putih Telur
- Khasiat Seledri Untuk Obat
- Menggunakan Insektisida untuk Membasmi Nyamuk