| Minuman Bersoda Menyebabkan Sindrom Metabolik dan 15 Gangguan Kesehatan Lainnya |
|
Minuman bersoda memang memiliki rasa yang enak, menyegarkan dan praktis untuk dinikmati, apalagi dinikmati selagi dingin saat cuaca panas. Selain hanya memberikan rasa enak dan efek sensasi di mulut, minuman jenis ini hampir tidak memberikan manfaat lain bagi tubuh, bahkan bahan-bahan yang dikandungnya dapat berpotensi merugikan kesehatan anda. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan yang lebih baik, masyarakat kini banyak yang beralih mengkonsumsi minuman mineral dalam kemasan. Suatu hal yang mustahil, kalau ada perusahaan minuman ringan yang mengatakan bahwa produknya tanpa bahan tambahan. Jika ada perusahaan minuman ringan tidak menggunakan bahan tambahan tentunya tetap menggunakan gula dan karbohidrat. Hanya saja jumlah karbohidrat pada minuman ringan cukup tinggi. Sedangkan zat penting lain seperti protein, vitamin dan mineral, jarang ada pada minuman ringan. Apalagi yang namanya minuman berkarbonasi/bersoda hampir tidak ada gizi di dalamnya. Gula ini memudahkan pengeluaran kalsium dari tubuh, hal ini berdampak buruk pada kondisi tulang anda. Minuman karbonasi/soda banyak yang mengandung bahan tambahan dimulai dari pemberi rasa, pewarna sampai pengawet. Agar minuman tsb tetap bisa mengeluarkan sodanya, ada suatu bahan khusus yang ditambahkan, yakni EDTA atau ethylenediamine tetraacetate yang berfungsi memperpanjang daya tahan soda dalam minuman tsb. Hanya saja, bila tubuh kelebihan mengkonsumsi bahan ini, bisa mengganggu fungsi tubuh. Yang pertama, bisa menghambat penyerapan vitamin dalam tubuh. Lalu, juga mempengaruhi keseimbangan kalsium, zat yang dibutuhkan tulang anak untuk tumbuh akan terganggu. Parahnya, jika ketidak seimbangan ini bila berlangsung lama dan kontinyu, akan mengganggu fungsi ginjal. Minuman karbonasi/soda, kadang-kadang terasa asam/masam. Rasa inipun sebenarnya tidak asli, tapi akibat diberi bahan tambahan. Tujuan pemberian asam dalam minuman adalah untuk memberikan rasa masam. Dengan adanya rasa masam, maka rasa manisnya gula akan terasa lebih menggoda. Dengan adanya bahan ini inversi (penyebaran) gula dalam minuman bisa lebih cepat. Dan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, serta iritasi pada lambung. Untuk bahan pemanis, zat yang digunakan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu gula alami dan sintetis. Adanya gula ini juga memudahkan terjadinya kenaikan berat badan, terutama pada anak-anak. Dalam konsumsi yang berlebih, dapat menyebabkan sakit kepala dan diare dan juga mengiritasi lambung serta menyebabkan orang yang kelebihan mengkonsumsi bahan ini menjadi hipersalivasi (banyak mengeluarkan air ludah). Mereka yang minum satu minuman soda atau lebih sehari berisiko lebih besar mengalami obesitas. Jika meminumnya setiap hari selama sebulan, maka akan memiliki 500 gram tambahan berat badan dan sulit untuk menghindarinya. Tidak ada penelitian yang mengungkapkan soda mengadung nilai gizi. Jika mengkonsumsinya berlebih maka hanya akan menambah racun pada tubuh. Soda, bahkan soda diet sekali pun, berisiko memicu penyakit jantung dan diabetes. Orang dewasa yang minum satu minuman soda atau lebih sehari berisiko 50% lebih besar mengalami sindrom metabolik (serangkaian faktor risiko, seperti kelebihan lemak di area pinggang, kadar kolesterol baih HDL rendah, tekanan darah tinggi dan gejala lainnya). Saat minum soda, gigi dan tulang akan melepaskan kalsium ke aliran darah untuk membantu menyeimbangkan asam fosfor yang dikandung soda. Selanjutnya, asam fosfor ini akan dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan kalsium yang telah dilepaskan tulang dan gigi. Proses ini akan terus berlangsung setiap kali Anda minum soda, sehingga merampas persediaan kalsium tubuh dan memicu osteoporosis. Kandungan pemanis di dalam soda tetap saja gula. Gula merusak gigi, mengganggu sistem kekebalan tubuh, dan bisa memicu penyakit degeneratif. Mereka yang minum soda diet sehari berisiko ganda mengalami penurunan fungsi ginjal. Jika anda termasuk soda addict, kemungkinan akan mudah terkena ganguan maag. Soda benar – benar membuat seseorang menjadi dehidrasi. Pasalnya kafein dan gula yang terkandung pada soda dapat membuat orang merasa cepat haus. Asam yang terdapat pada soda tidak bereaksi dengan baik, sehingga dapat menggamggu sistem pencernaan anda. Menurut sebuah penelitian di Denmark, Pria yang mengonsumsi minuman bersoda sekitar satu liter atau berlebihan bisa menurunkan jumlah produksi dan kualitas sperma. Hasil penelitian itu menemukan, jumlah sperma pria yang rutin minum minuman bersoda hampir 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak minum. Namun, penelitian ini juga menuai kontroversi. Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, minuman bersoda tidak terlalu mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. Meski pria memiliki jumlah sperma yang sedikit, mereka tetap bisa memberikan keturunan. Minuman bersoda , terutama pada minuman ringan jenis kola, memiliki kandungan utama yang disebut phosporic acid. Asam jenis itu merupakan jenis yang digunakan para dokter gigi untuk memperhalus enamel gigi sebelum dilakukan penambalan, fungsinya seperti ampelas untuk menghaluskan gigi.
Para Ibu yang kerap menenggak minuman ringan bersoda mengandung pemanis buatan mengalami risiko besar melahirkan bayi prematur. Riset yang didanai oleh Uni Eropa (UE) mengungkap hubungan antara jumlah minuman yang dikonsumsi dengan kelahiran dini di antara 60 ribu wanita yang diikutkan dalam penelitian. Sebuah penelitian menemukan meminum soda dapat memperbesar risiko terkena encok. Encok merupakan peradangan yang menimbulkan rasa nyeri. Peradangan terjadi karena kadar asam urat pada arah mengalir ke otot. Semakin banyak saja alasan untuk tidak mengonsumsi minuman soda. Kali ini peneliti mengungkapkan fakta horor tentang minuman soda. Hampir 48 persen minuman soda yang berasal dari tempat-tempat fast food atau cepat saji mengandung bakteri yang banyak terdapat pada tinja.
Bagaimana pun juga, mengonsumsi sesuatu secara berlebihan akan berakibat buruk bagi tubuh anda. Tubuh punya batas maksimum ketka menampung zat-zat makanan yang masuk, ketika berlebih, maka zat itu tidak akan berguna dan akan diekskresikan atau disimpan dalam tubuh. Ketika terjadi kelebihan zat-zat itu, biasanya dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh.
|
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Ngeseks Bikin Awet Muda
- Tujuh Makanan Super untuk Kesehatan Wanita
- Tips Seputar Ibu Hamil
- Solusi Penyakit Maag Tanpa Mengobati
- Tips Mengatasi Luka Bakar Ringan
- Sindrom Nefrotik pada Lansia
- Manfaat Pisang Bagi Kesehatan Sperma
- Fish Oil Helps Prevent Diabetes
- Tuberkulosis: Cara dan Resiko Penularannya
- Lima Makanan Wajib Ada di Menu Sahur
- Kandungan Berkhasiat Dalam Jus Jeruk Siam
- 12 Fakta Penting Tentang Silikon
- 13 Pesan Dasar Menuju Gizi Seimbang
- Khasiat Tabat Barito
- Enthung, Kepompong Ulat Jati Yang Lezat