Healthy Articles

Penyakit Cuplak yang Disebabkan Virus

Penyakit Cuplak yang Disebabkan Virus
(Verruca vulgaris, Common wart, Condyloma acuminatum, Papilloma venereum)

Penyakit virus yang ditandai dengan lesi pada kulit dan selaput lendir dengan bentuk yang bervariasi (kutil). Penyakit ini antara lain:

  • the common wart (cuplak biasa), lesi dengan batas jelas, hiperkeratosis, kasar, papulae tanpa rasa sakit dengan ukuran bervariasi mulai dari sebesar kepala jarun pentul sampai dengan ukuran massa yang lebih besar;
  • filiform warts (cuplak filiformis) bentuknya panjang, menonjol, lesi panjang dapat mencapai ukuran 1 cm; papilloma laring pada pita suara dan epiglottis pada anak-anak dan dewasa;
  • flat warts (cuplak datar), bentuknya halus, agak menonjol, lesi biasanya multiple dengan ukuran bervariasi mulai dari 1 mm sampai dengan 1 cm;
  • condyloma acuminatum (venereal warts), berbentuk bunga kol, tumbuh seperti daging, muncul di tempat basah seperti di sekitar alat kelamin, sekitar anus dan rectum dan harus dibedakan dengan condyloma lata pada sifilis; papilloma datar pada cervix;
  • plantar warts atau cuplak pada telapak kaki, bentuknya datar, hiperkeratosis dan biasanya terasa sakit.


Papilloma pada larynx dan condyloma acuminata pada alat kelamin kadang-kadang menjadi ganas. Cuplak pada epidermodysplasia verruciformis biasanya muncul pada torso dan ekstremitas bagian atas dan biasanya muncul pada dekade awal dari kehidupan; sering berubah menjadi ganas pada usia dewasa muda berupa Squamous cell carcinoma. Diagnosa ditegakkan dengan ditemukannnya lesi yang khas. Jika masih ragu, lakukan eksisi untuk dilakukan pemeriksaan histologis.

1. Penyebab infeksi

Infeksi disebabkan oleh Humam papillomavirus (HPV) virus DNA grup papopavirus (Virus cuplak pada manusia). Dikenal ada 70 jenis tipe HPV yang dapat menimbulkan gejala yang spesifik dan lebih dari 20 jenis diantaranya dapat menimbulkan infeksi pada alat kelamin. Kebanyakan infeksi HPV pada daerah genital tidak menimbulkan gejala klinis, subklinis atau tidak diketahui sama sekali.

Cuplak pada alat kelamin yang nampak secara klinis biasanya disebabkan oleh HPV tipe 6 atau 11; Virus ini dapat menyebabkan lesi pada cervix, vagina, urethra dan anus, kadang-kadang tanpa gejala sama sekali. Jenis HPV lain pada daerah anogenital adalah tipe 16, 18, 31, 33 dan 35, virus ini sebagai penyebab terjadinya displasia, penyebab terjadinya squamous intraepithelial neoplasia (seperti squamous cell carcinoma in situ, Gowenoid papulosis, Erythroplasia Queyrat, penyakit Bowen pada alat kelamin).

HPV tipe 7 dikaitkan dengan terjadinya cuplak pada orang yang bekerja manangani daging dan pada dokter hewan. Tipe 5 dan tipe 8 dikaitkan dengan  terjadinya epidermodysplasia verruciformis.

2. Distribusi penyakit: Tersebar di seluruh dunia.

3. Reservoir: – Manusia

4. Cara-cara penularan

Penularan biasanya melalui kontak langsung. Penularan dapat juga karena otoinokulasi melalui pisau cukur; lantai yang tercemar dapat juga berperan sebagai sumber penularan.

Condyloma acuminatum biasanya ditularkan melalui hubungan kelamin, sedangkan papilloma pada larynx kemungkinan didapatkan melalui penularan jalan lahir pada bayi. Jenis virus yang menyerang genitalia dan saluran pernafasan adalah sama.

5. Masa inkubasi

Sekitar 2 - 3 bulan, bervariasi antara 1 - 20 bulan.

6. Masa penularan

Lamanya tidak diketahui dengan pasti, penularan dapat terjadi selama masih ditemukan adanya lesi.

7. Kerentanan dan kekebalan

Cuplak biasa, cuplak dengan permukaan datar adalah yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Sedangkan cuplak pada alat kelamin lebih sering ditemukan pada mereka yang aktif secara seksual dan cuplak pada telapak kaki ditemukan pada anak sekolah dan dewasa muda. Insidensi cuplak meingkat pada penderita dengan imunosupresi.

8. Pemberantasan

Upaya pencegahan: Hindari kontak dengan lesi dari orang lain. Penelitian yang dilakukan belakangan ini menunjukkan bahwa pemakaian kondom pada pria ternyata tidak mencegah terjadinya infeksi.

Pengobatan: pengobatan terhadap penderita akan mengurangi jumlah virus yang dapat ditularkan oleh penderita. Cuplak akan mengalami regresi secara spontan dalam beberapa bulan atau beberapa tahun. Untuk lesi pada permukaan tubuh dibekukan dengan menggunakan nitrogen cair. Untuk cuplak pada telapak kaki dilakukan kuretase atau ditempeli dengan plaster asam salisilat. Sedangkan lesi pada alat kelamin digunakan podophyllin 10 – 25% dalam larutan tinctura benzoin, asam trichlor asetat atau nitrogen cair – kecuali pada wanita hamil ini tidak digunakan.

Untuk lesi pada alat kelamin yang cukup luas digunakan 5-fluorouracil. Pengobatan yang efektif untuk Condyloma acumunata menggunakan recombinant interferon alpha 2b (Intron A® Schering) disuntikkan kedalam lesi. Untuk papilloma pada larynx dilakukan tindakan operatif atau penggunaan sinar laser. Jika terjadi papillomatosis yang cukup luas pada wanita hamil, dilakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi mereka.

Pemeriksaan mikroskopis dengan pengecatan Papanicolau sangat efektif untuk menemukan kelainan sel secara dini untuk mengetahui adanya kecenderungan keganasan pada wanita. Tindakan operatif yang segera dilakukan terhadap kanker mulut rahim sangat membantu penyembuhan.

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates