| Mengenal Penyakit Aspergillosis |
|
1. Identifikasi Penyakit jamur yang muncul dengan berbagai sindroma klinis yang disebabkan oleh spesies Aspergillus. Penderita dengan penyakit paru kronis (terutama asthma, juga penyakit gangguan paru kronis atau “cystic fibrosis”) dan penderita yang alergi terhadap jamur ini dapat menyebabkan kerusakan bronchus dan penyumbatan bronchus intermiten. Keadaan ini disebut sebagai allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA). Aspergillus fumigatus dan Aspergillus flavus adalah penyebab paling umum dari aspergillosis pada manusia, walau spesies lain dapat juga sebagai penyebab. Aspergillus fumigatus menyebabkan banyak kasus bola jamur; Aspergillus niger penyebab umum otomikosis. Tersebar diseluruh dunia, jarang dan bersifat sporadis, tidak ada perbedaan insidens berdasarkan ras atau jenis kelamin. Spesies Aspergillus secara alamiah ada dimana-mana, terutama pada makanan, sayuran basi, pada sampah daun atau tumpukan kompos. Konidia biasanya terdapat di udara baik di dalam maupun di luar ruangan dan sepanjang tahun. Melalui inhalasi konidia yang ada di udara. Hitungan hari hingga minggu. Tidak disebarkan dari satu orang ke orang lain. Spesies Aspergillus ditemukan dimana-mana, dan Aspergillosis biasanya muncul sebagai infeksi sekunder dan hal ini membuktikan bahwa orang yang sehat kebal terhadap penyakit ini. Kerentanan akan meningkat dengan pemberian terapi imunosupresif dan sitotoksik dan serangan invasif terlihat terutama pada pasien dengan netropenia yang berkepanjangan. Penderita HIV/AIDS atau penderita penyakit granulomatous kronik pada masa kanak-kanak juga peka terhadap infeksi jamur ini. a. Cara Cara Pencegahan: Udara ruangan yang disaring dengan High Efficiency Particulate Air (HEPA) dapat menurunkan infeksi aspergillosis invasive pada penderita yang dirawat di RS terutama penderita dengan netropenia. ABPA diobati dengan corticosteroid suppression dan biasanya membutuhkan terapi yang lama. Reseksi bedah, jika memungkinkan, adalah pengobatan paling tepat untuk aspergilloma. Amphotericin B (Fungizone® atau formasi lipid) IV dapat digunakan untuk infeksi jaringan bentuk invasif. |
Random Artikel
- Minyak Ikan, Lemak Yang Menyembuhkan
- Sel Super-Charge Penghadang Kanker
- Olahraga, Istirahat dan Kesehatan
- Pro Kontra Carbohydrate Loading
- Sekilas Mengenal Kecelakaan Kerja
- Khasiat Jagung Muda
- Sekilas Mengenal Penyakit Kusta
- Bagaimana Bawang Putih Melawan Kanker?
- Semangka, buah segar penambah kesuburan
- Aneka Tips dan Resep Singkat
- Download Gratis dengan DVB Card
- Penyediaan Air Bersih dan Sehat
- Khasiat Kembang Sore Isuk
- Khasiat bumbu dapur membunuh bakteri
- Khasiat Buah Apel
- Peranan Asam Jengkol pada Keracunan Buah Jengkol
- Sekilas Mengenal Demam
- Permen Rayap ala IPB
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Pemberian ASI Eksklusif
