Tubuh menghasilkan dua jenis kotoran atau limbah, yaitu urine dan feses. Urine merupakan limbah terbentuk di ginjal sebagai hasil dari proses penyaringan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Urine mengandung air, asam urat, urea, garam inorganik, amonia, dan bagian pigmen darah yang telah mengalami kerusakan.

Normalnya, urin berwarna bening atau kekuningan, tetapi terkadang bisa juga berwarna lain, misalnya berwarna kuning kecoklatan, hijau, atau merah. Warna urin yang tidak normal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya karena memakan makanan tertentu, efek samping dari obat-obatan, dehidrasi, atau kondisi medis seperti penyakit saluran kemih, hati atau liver.

Jika masih tidak dapat menentukan penyebab dari warna urin yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan urin anda ke dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebabnya.

Berikut beberapa warna urin yang tidak biasanya, dan hal ini juga bisa menunjukan kondisi kesehatan seseorang:

1. Bening

Urine yang berwarna bening biasanya merupakan tanda bahwa tubuh anda terhidrasi dengan baik alias cukup cairan. Namun, dalam beberapa kasus hal itu menandakan bahwa anda mungkin terlalu banyak minum dan berpotensi dapat mengalami keracunan air.

Over-hidrasi artinya anda minum air terlalu banyak dari yang anda butuhkan dan dapat membahayakan tubuh anda. Meski tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, sebaiknya anda tidak memaksakan diri untuk minum melampaui apa yang anda butuhkan. Saran yang dinajurkan adalah minum 8 gelas air dalam sehari.

2. Tidak berwarna sama sekali

Warna urine yang sangat bening dapat menjadi indikasi penyakit diabetes. Gejala lain yang menyertai biasanya sering haus dan sering buang air kecil. Jika anda pernah mengalaminya, segera lakukan tes diabetes atau berkonsultasi ke dokter.

3. Kuning pucat atau warna madu

Urine yang sehat umumnya berwarna kuning pucat atau seperti warna madu. Namun jika warnanya kuning kegelapan, berarti anda kurang minum air putih. Ketika air seni menjadi lebih terkonsentrasi, ini biasanya disertai dengan bau yang menyengat.

4. Coklat

Urin berwarna coklat bisa menjadi gejala masalah kesehatan tertentu. Orang dengan penyakit lever biasanya memiliki urin berwarna coklat. Jika hati anda tidak bekerja dengan baik, garam empedu yang seharusnya dibuang melalui feses ternyata ikut larut dalam air seni karena konsentrasinya yang terlalu tinggi dalam darah.

Gangguan kesehatan pada liver dapat berupa hepatitis sehingga warna kencing berwarna gelap. Urine berwarna coklat juga dapat menjadi tanda bahwa anda mengalami dehidrasi sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.

5. Kemerah-merahan

Warna merah dapat berasal dari darah yang larut dalam urin, kondisi ini dikenal sebagai hematuria. Ada beberapa penyebab air seni berwarna merah, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, kanker kandung kemih, atau kanker prostat.

Namun, merahnya warna air kencing juga bisa berasal dari makanan dan zat tertentu yang tertelan, sehingga tubuh anda bereaksi membuangnya melalui urin. Adapun makanan yang dapat menyebabkan urin berwarna merah yaitu blackberry dan rhubarb.

Jika perubahan warna bukan karena makanan dan itu terjadi lebih dari sekali, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan anda kepada dokter.

6. Biru

Ada sebuah kondisi langka yang disebut porfiria yang menyebabkan urine berwarna biru atau ungu. Namun, urin biru juga diakibatkan karena konsumsi makanan dan obat-obatan yang mengandung pewarna tertentu. Obat-obatan yang menyebabkan urine menjadi biru di antaranya adalah triamterene (diuretik ringan). Amitriptyline, indomethacin, dan doxorubicin juga dapat menghasilkan urin menjadi biru atau berwarna hijau.

7. Hijau

Urine berwarna hijau bisa menjadi indikasi bahwa seseorang terkena infeksi saluran kemih atau jamur. Namun, hal ini juga dapat disebabkan oleh makanan atau obat-obatan, seperti antibiotik yang mengandung pewarna yang kuat yang tidak bisa diserap dalam usus anda. Makanan yang bisa menyebabkan urin berwarna hijau misalnya asparagus.

8. Berbusa

Urine berbusa dapat disebabkan oleh kandungan protein dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, karena dapat disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada ginjal atau kandung empedu.

Bila jumlah protein dalam urine tersebut terlalu besar, maka telah terjadi kondisi abnormal yang disebut proteinuria. Kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya proteinuria dan terjadinya urine berbusa yang sangat signifikan adalah karena adanya gangguan pada ginjal, baik itu kerusakan maupun infeksi pada ginjal tersebut.

9. Putih susu

Warna urin seperti putih susu dapat ditemukan pada ISK ataupun infeksi filariasis (kiluria). Kiluria adalah kondisi keluarnya cairan limfe dan pembuluh darah di ginjal akibat cacing filaria dewasa.

Urin berwarna seperti susu juga bisa disebabkan karena urin banyak mengandung lemak dan kadang-kadang disertai darah, sukar berkemih, kelelahan, dan kehilangan berat badan.

10. Hitam

Warna hitam mungkin dikarenakan bahan kimia dan masalah kesehatan. Penyebab yang sering adalah batu ginjal, masalah darah seperti sindroma hemolitik-uremik, penyakit empedu seperti batu empedu, dan konsumsi obat-obatan seperti obat-obatan TB juga dapat menyebabkan urin berwarna hitam.

Jika anda merasa warna urin anda tidak normal, untuk mengetahui kondisi lebih lanjut, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis. Pastikan selalu meminum air putih yang cukup.

loading...