Healthy Articles

Lima Jenis Suplemen Yang Harus Dihindari Pria

Tak selamanya suplemen itu baik bagi kesehatan, tetapi juga dapat berakibat buruk jika salah memilih dan menggunakannya. Berikut adalah lima jenis suplemen yang harus dihindari atau diwaspadai oleh pria, beberapa diantaranya terdapat suplemen yang umum dijual di pasaran, seperti seperti dikutip dari kompashealth / health.msn

Dulu, konsumsi suplemen kerap identik dengan kaum hawa karena ada anggapan wanita lebih lemah ketimbang pria. Tetapi sekarang, anggapan itu sudah tidak berlaku lagi. Banyak pria menggunakan suplemen dengan berbagai alasan, seperti untuk sekadar menjaga kebugaran, mencegah penyakit tertentu, dan penambah stamina.

Namun, Anda para kaum pria harus tetap berhati-hati. Sebab, ada beberapa jenis kandungan mineral atau zat aktif dalam suplemen yang justru dapat memicu perkembangan penyakit. Untuk keamanan dalam mengonsumsi suplemen, pastikan Anda terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

1. Asam folat

Banyak riset mengungkap khasiat asam folat khususnya untuk mengobati depresi dan penyakit jantung. Bahkan, beberapa orang memercayai bahwa mengonsumsi asam folat secara teratur dapat memperbaiki sperma yang rusak hingga jadi normal kembali. Tetapi, studi pada ahli di University of Southern California menemukan bahwa mengonsumsi 1 mg dosis asam folat setiap hari dapat memicu risiko kanker prostat sampai tiga kali lipat. Penelitian ini pernah dimuat dalam Journal of the National Cancer Institute pada Maret 2009.

2. Resveratrol

Resveratrol adalah salah satu senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan dan sering dimanfaatkan dalam bidang medis. Hasil uji laboratorium pada tikus bahkan menunjukkan resveratrol mampu memperpanjang usia hidup tikus. Namun, penelitian pada manusia menunjukkan, konsumsi resveratrol dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

3. Selenium

Selenium (Se) merupakan antioksidan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Tingginya kadar antioksidan yang terkandung dalam selenium dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, sejumlah riset telah mengaitkan antara konsumsi selenium dengan peningkatan risiko kanker prostat. Pada 2009, para ahli dari Dana-Farber Cancer Institute the University of California, San Francisco, melaporkan dalam Journal of Clinical Oncology bahwa kadar tinggi selenium di dalam darah dapat memperburuk penyakit kanker prostat pada pria yang telah mengidap penyakit ini.

4. Kava

Ekstrak kava biasanya digunakan sebagai produk herbal di Amerika Utara untuk mengatasi kecemasan, stres, ketegangan, dan insomnia. Konsumsi suplemen kava yang tidak tepat dalam beberapa kasus dapat menghasilkan toksisitas hati yang berat, termasuk hepatitis dan gagal hati pada beberapa orang.

5. Ginkgo biloba

Sejak dulu ginkgo biloba telah lama dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional China. Tumbuhan herbal ini sudah diakui khasiatnya dalam meningkatkan daya ingat (memori). Tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen berbasis ginkgo biloba sering tercemar dengan timbal. Peneliti dari Government Accountability Office Amerika Serikat pada 2010 lalu dalam laporannya yang dimuat The New York Times melaporkan adanya sejumlah suplementasi herbal yang terkontaminasi beberapa logam berat, termasuk di antaranya ginkgo.

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates