Secara harfiah, akupuntur berarti teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam "titik akupunktur" tubuh. Akupunktur merupakan sebuah teknik pengobatan Timur yang berdasar pada fenomena keseimbangan Yin dan Yang, dengan menggunakan media jarum, yang bertujuan untuk memulihkan kesehatan dan kebugaran, dan khususnya sangat baik untuk mengobati rasa sakit. Akupunktur berasal dari China dan umumnya dikaitkan dengan pengobatan tradisional China.

Dasar pengobatan ini adalah keseimbangan Yin Yang dalam tubuh, maka ketika terjadi penyakit akibat adanya ketidakseimbangan Yin Yang dalam tubuh, sehingga perjalanan Chi’ (energi) tidak lancar. Jarum ditusukkan pada beberapa titik di tubuh yang bertujuan untuk melancarkan jalannya Chi’ agar fungsi tubuh menjadi normal kembali. Prinsip pengobatan akupunktur lebih menekankan pada pencegahan penyakit, juga mengobati pada penyebab penyakitnya.

Akupunktur banyak diklaim dapat menangani berbagai masalah kesehatan. Berikut ini berbagai manfaat akupuntur bagi kesehatan, yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Tingkatkan kualitas hidup

Akupuntur berperan besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, antara lain dalam peranan promotif dan preventif. Promotif itu meningkatkan kesehatan, kalau kesehatan meningkat tentu kualitas dan harapan hidup akan meningkat.

Dalam upaya meningkatkan kesehatan, akupuntur mampu berkontribusi besar karena dinilai mempunyai efek samping minimal dibandingkan obat paten. Gara-gara efek samping obat, harapan hidup bukannya semakin meningkat tapi menurun karena efek samping bertambah. Tapi kalau dengan akupuntur itu efek sampingnya sangat minimal.

Akupuntur juga hampir tidak mempunyai kontraindikasi. Berbeda dengan obat yang umumnya mempunyai kontraindikasi bagi konsumen yang mengonsumsinya.

2. Meredam stress

Stres dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan seperti migrain, insomnia, penurunan kekebalan tubuh, depresi, dan nyeri otot. Demi mempertahankan kualitas hidup, atasi masalah ini dengan akupuntur sebagai salah satu alternatif. Akupuntur merupakan teknik pemijatan dengan memberi tekanan pada titik-titik tertentu permukaan tubuh yang terletak di jalur aliran darah. Penekanan umumnya dilakukan dengan jarum.

Seperti dikutip dari Female First, para ahli akupunktur melakukan teknik rangsangan itu untuk mengidentifikasi ketidakseimbangan pemicu stres. Menurut mereka, cara tersebut lebih efektif dibandingkan melakukan perawatan medis.

Stres biasanya memicu pelepasan hormon stres yang mengganggu aliran energi dalam tubuh. Ini membuat otot-otot menegang, mengurangi aliran darah, menghambat pasokan oksigen ke jaringan, perlambatan metabolisme, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Maureen Cromey, ahli akupunktur asal Inggris, mengatakan, akupunktur memulihkan aliran energi dan peningkatan sirkulasi darah. Tekanan pada titik yang tepat memicu pelepasan senyawa ke otak untuk mengontrol hormon stres. Ini berperan menstabilkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah dan melemaskan otot-otot.

3. Redakan sakit punggung

Ingin terbebas dari sakit punggung? Kini, ada cara efektif untuk menangani masalah ini. Institut Kesehatan Nasional dan Clinical Research (NICE) merekomendasikan akupunktur sebagai teknik pengobatan alternatif penghilang nyeri punggung. Dengan memasukkan jarum halus ke dalam bagian-bagian tubuh tertentu, akupunktur membantu mengatur aliran darah dan memblokir pusat rasa sakit.

Dengan membersihkan sumbatan energi dan mendorong energi mengalir bebas, akupunktur dapat memberikan bantuan jangka panjang untuk menghilangkan nyeri serta mengurangi peradangan dan memperbaiki fungsi otot. Bahkan, sebuah penelitian telah menunjukkan, akupunktur merupakan salah satu perawatan paling aman dan paling efektif untuk sakit punggung kronis.

Bagi Anda yang penderita nyeri punggung, sangat dianjurkan memilih seorang ahli akupunktur yang terdaftar sebagai ahli akupunktur profesional. Mendapatkan teknik akupunktur yang salah justru bisa menyebabkan sakit punggung menjadi lebih parah.

4. Mendongkrak ereksi

Teknik tusuk jarum ternyata mampu mengatasi masalah lemah syahwat bagi pria. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat telah meneliti dan membuktikannya.

"Hasil penelitian, 57,5 persen responden mengalami peningkatan respons ereksi dan 32,5 persen responden mengalami perbaikan saraf gangguan disfungsi ereksi," kata ahli radiologi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, Koosnadi Saputra, dalam seminar seksologi di Hotel Le Meredien, Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2011.

5. Kurangi depresi selama kehamilan

Studi Universitas Stanford School of Medicine Sleep Medicine Center di Redwood City menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami ketegangan hingga depresi dapat diobati dengan akupunktur khusus. Tingkat respons dengan akupunktur mencapai 63 persen dibandingkan respons akupunktur kontrol dan pijat sebesar 44 persen.

Dr. Shari Lusskin, Direktur reproduksi psikiatri di New York University Medical Center Langone mengatakan akupunktur merupakan pengobatan alternatif dan mendorong agar dilakukan penelitian ilmiah lebih lanjut. "Penelitian ini perlu direplikasi pada skala yang lebih besar," ujar Lusskin.

6. Mengobati nyeri lutut dan nyeri punggung

Lebih dari selusin penelitian selama dekade terakhir telah menunjukkan bahwa akupunktur lebih efektif ketimbang pengobatan konvensional untuk mengobati osteoartritis lutut dan nyeri punggung bawah, kata Dr Brian Berman, direktur Center for Integrative Medicine University of Maryland, AS. Bahkan, akupuntur juga telah dipercaya ampuh untuk mengurangi gejala migrain.

7. Mengatasi gangguan pencernaan

Sejak dahulu, akupunktur sudah dipercaya mampu mengatasi gejala muntah dan mual, menurut hasil studi dari National Institutes of Health consensus panel.

"Pengobatan akupuntur melepaskan neurotransmitter yang menenangkan, seperti serotonin dan dopamin, dan mengurangi hormon stres," kata Alex Moroz, MD, seorang ahli akupunktur dan direktur Integrative Musculoskeletal Medicine Program dari Rusk Institute Rehabilitation Medicine, NYU Langone Medical Center.

Sementara itu Geovanni Espinosa, ND, direktur Integrative Urology Center di NYU Langone Medical Center menuturkan, "neurotransmiter dapat menenangkan sistem saraf dan menyebabkan kantuk, tetapi juga dapat menenangkan pencernaan." Selain itu, tusukan jarum akupuntur juga dapat melemaskan kontraksi otot di perut, menurut hasil penelitian para ilmuwan dari Duke University School of Medicine.

8. Mengurangi efek samping kemoterapi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa akupunktur tidak hanya mengurangi gejala mual dan nyeri pada pasien yang tengah menjalani kemoterapi. Tetapi juga membantu meringankan gejala-gejala neurologis seperti pusing, gatal atau kesemutan.

Tidak hanya itu, akupuntur juga dapat membantu mengurangi efek dari rasa sakit terus menerus, kelelahan, depresi, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Terapi pengobatan akupuntur juga mampu merangsang produksi fibroblast, sel-sel jaringan ikat yang membantu menyembuhkan luka.

9. Mengurangi hot flashes

Akupunktur bekerja dengan cara mengatur sistem vasomotor (bagian dari sistem saraf yang mengontrol diameter pembuluh darah), yang mempengaruhi tekanan darah, denyut jantung, dan pelebaran pembuluh darah - yang semuanya memainkan peran dalam memberikan efek panas pada tubuh.

Sebuah riset menunjukkan, akupuntur dapat membantu mengurangi hot flashes sebesar 50 persen dan manfaatnya akan bertahan hingga 3 bulan setelah Anda selesai menjalani terapi akupuntur.

10. Melangsingkan badan

Salah satu metode alternatif yang banyak dipilih dalam menguruskan badan adalah terapi akupuntur. Ini merupakan teknik pengobatan yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Jarum-jarum yang sangat tajam digunakan untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh.

Pada praktiknya, penanganan obesitas dengan metode akupuntur tidak selalu menjamin keberhasilan. Menjalani terapi akupuntur pun tidak boleh sembarangan. Bila tidak dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli, terapi mungkin akan menjadi sia-sia.

Menurut pakar gizi dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. Samuel Oetoro, penanganan obesitas dengan metode akupuntur harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli.

Berdasar hasil beberapa penelitian, jelas Oetoro, pelangsingan melalui metode akupuntur hasilnya belum terlalu signifikan. Menurutnya, kebanyakan pasien akupuntur yang merasa berat badannya turun, lebih karena pengaruh obat yang diberikan. Padahal, seorang akupuntur yang benar-benar ahli biasanya tidak akan memberikan obat kepada pasiennya.