| Kuis Resiko Penyakit Jantung |
|
Seperempat dari seluruh pria di dunia mengalami serangan jantung – usia rata-rata adalah 65 – dan untuk 80.000 dari mereka, gejala pertama adalah menjadi gejala yang terakhir: kematian. Isi kuis ini untuk mengetahui apakah jantung Anda sedang menjadi bom waktu bagi Anda. Lebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung berusia 65 tahun atau lebih, tapi risiko Anda terhadap atherosclerosis (dan akhirnya menyerah pada serangan jantung yang fatal) mulai meningkat setelah usia 40. Genetik adalah satu-satunya tanda terbesar yang bisa menunjukkan apakah Anda akan mengalami kasus henti jantung. Semakin dekat hubungan keluarga tersebut dan semakin muda usia mereka ketika mengalami serangan jantung, semakin tinggi seharusnya kewaspadaan Anda. Zat-zat kimiawi di dalam rokok beraksi seperti kertas ampelas bagi pembuluh darah dan memberi “pegangan” bagi plak untuk bertahan. Tekanan darah tinggi punya efek yang sama dengan merokok, yaitu merusak dinding Pembuluh darah dan memfasilitasi arteriosclerosis. Semakin jauh jarak antara HDL dan LDL Anda, semakin besar risiko Anda terhadap serangan jantung. Anda harus mengecek profil lemak Anda lima tahun sekali sejak usia 30 tahun, dan setiap kali dokter Anda menganjurkan. Trigliserida adalah bentuk kimiawi dari lemak dalam darah Anda. Jika levelnya tinggi, hal ini bisa meningkatkan risiko pembentukan plak dalam dinding-dinding pembuluh darah. (Profil lemak Anda selama lima tahun sekali akan mencakup level trigliserida.) Semakin banyak gula yang Anda miliki dalam darah, semakin kental darah Anda. Ini bisa meningkatkan tekanan darah dan memfasilitasi pembentukan plak. Para peneliti di Johns Hopkins University menemukan bahwa orang-orang dengan level gula darah tinggi (yaitu prediabetes dan diabetes) memiliki risiko terkena penyakit jantung dua kali lebih besar dari mereka yang nondiabetes. Anda harus menjalani pemeriksaan satu kali setahun saat menginjak berusia 35. Lemak viskeral – yang terletak di balik perut Anda, membentuk perut buncit yang keras – mengeluarkan hormon yang meningkatkan tekanan darah dan mengakibatkan peradangan. Jika Anda menempatkan jari-jari Anda di atas telapak kaki, yaitu di tengah-tengah antara pergelangan kaki dan bagian bawah jempol kaki, Anda seharusnya bisa merasakan denyut nadi yang kuat. Jika tidak ada, itu adalah gejala arteriosclerosis, yang sering muncul pertama kali di pembuluh darah yang ada di kaki. Arteriosclerosis juga pertama kali bisa menyerang pembuluh darah kecil yang ada di penis, menghalangi aliran darah dan mengakibatkan disfungsi ereksi. Stres memicu hormon lawan-atau-lari, yang meningkatkan tekanan darah dan memfasilitasi penyumbatan yang, pada waktunya, merintangi aliran darah. Menenggak dua gelas anggur per hari mengurangi risiko Anda dari serangan jantung sebesar 30%, menurut para peneliti Harvard. Tapi, risiko Anda terkena serangan jantung malah meningkat bila Anda meminum lebih banyak lagi setiap harinya. Terjadinya apnea (yaitu ketika Anda berhenti bernapas sesaat pada waktu tidur) membuat jantung kekurangan oksigen dan bisa mengakibatkan aritmia jantung, yang bisa berujung pada serangan jantung fatal. Lebih dari 30.000 kasus serangan jantung terjadi setiap tahun karena terpicu emosi sesaat, menurut sebuah studi di Harvard University. Pria yang sering marah-marah juga dua kali lebih mungkin mengalami stroke, menurut penelitian terbaru dalam jurnal Stroke. Cukup dua jam olahraga aerobik seminggu (yang terbagi dalam sesi-sesi setengah jam) dapat mengurangi risiko Anda terhadap serangan jantung sampai separuhnya, menurut para peneliti Kanada. Latihan kekuatan juga membantu: Studi terbaru dari Michigan Technological University menunjukkan bahwa pria yang melakukan olahraga angkat beban selama tiga kali seminggu menurunkan kadar dialostik dalam darah sebesar delapan poin, yang dapat mengurangi risiko mereka dari serangan jantung sebesar 15%. Menyantap lima sajian buah dan sayur sehari bisa mengurangi risiko Anda dari serangan jantung sebesar 12%, menurut studi terbaru dari Harvard University. Fokuslah pada sayuran berdaun hijau. Satu sajian saja per hari dapat mengurangi risiko serangan jantung Anda sebesar 11%. Jumlahkan poin Anda dan gunakan kunci jawaban ini untuk mengukur risiko Anda terhadap serangan jantung, sekaligus menentukan apakah Anda butuh pemeriksaan lanjutan. |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Alami Belum Tentu Aman
- Kecukupan Energi Wanita Hamil dan Menyusui
- Potensi Antioksidan Selenium di Lahan Pasang Surut
- Latihan Fisik untuk Penderita Diabetes
- Manfaat Pisang Bagi Kesehatan Sperma
- Rokok Picu Munculnya Uban, Rambut Rontok dan Kebotakan
- Bangun Tidur Tanpa Rasa Lelah
- Mengenal Hematuria atau Darah dalam Urine
- Waspadai Kontaminasi pada Produk Herbal
- Pro Kontra Carbohydrate Loading
- Aneka Tips dan Resep Singkat
- Diet Karbohidrat Tekan Resiko Jantung
- Kerusakan Hati Akibat Zat Kimia
- Kopi Sebagai Anti Oksidan
- Uji Wawasan Anda Soal Fakta dan Mitos Seks