| Tips Sukses Pencegahan Penyakit Kardiovaskular |
|
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini meliputi jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung congenital, thrombosis vena dalam, dan emboli paru. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan lamanya seseorang terpajan dengan beberapa faktor risiko yang lain. Semakin lama terpajan dengan faktor risiko, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular. Seorang laki-laki akan memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding perempuan. Adanya anggota keluarga yang terkena penyakit kardiovaskular akan meningkatkan risiko seseorang juga terkena penyakit kardiovaskular. Seseorang yang pernah mengalami penyakit kardiovaskular sebelumnya, seperti angina, infark miokard, stroke, PTCA, dan kejadian kardiovaskular lain memiliki risiko lebih tinggi untuk serangan berikutnya. Kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total yang tinggi, serta kadar HDL yang rendah merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Seseorang yang menderita DM memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini antara lain berhubungan dengan adanya dislipidemia yang sering terjadi pada pasien DM. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Dalam salah satu penelitian menunjukkan angka kematian meningkat 2 kali lipat pada setiap peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau diastolik sebesar 10 mmHg. Merokok juga tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Seseorang dengan berat badan obesitas akan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Obesitas, terutama pada obesitas sentral berhubungan dengan sindroma metabolik (hipertensi, hiperglikemi, dislipidemia) yang didasari oleh insulin. Pemeriksaan kadar kolesterol pada seseorang tanpa risiko atau dengan faktor risiko = 2 dan LDL < 130 mg/dL sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun. Apabila kadar kolesterol tinggi sebaiknya diet rendah kolesterol, diberikan terapi yang tepat dan periksa ulang setiap 3 bulan. Apabila terdapat dislipidemia, maka harus diberikan terapi yang tepat. 2. Mengendalikan gula darah Dengan cara melakukan pemeriksaan rutin kadar gula darah dan HbA1c, kadar gula darah dapat dikendalikan dengan baik. Apabila kadar gula darah tinggi, maka harus dilakukan pengaturan pola makan dan pemberian terapi antidiabetik yang tepat. Dengan menurunkan tekanan darah dapat mengurangi 20-25% risiko miokard infark, 34-40% stroke dan lebih dari 50% gagal jantung. Sehingga menjadi penting untuk selalu menjaga tekanan darah dalam batas normal. Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko yang banyak ditemukan di Indonesia. Dengan mengurangi merokok seseorang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan berat badan diperlukan dalam pengendalian hipertensi, dislipidemia dan DM. Sehingga diharapkan dengan penurunan berat badan akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan 5-10% berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan perilaku pola makan dan peningkatan aktivitas jasmani. |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Karakteristik Limbah Gas dan Partikel
- Hidup Sehat dengan Alpukat
- Panjang Umur Berkat Cokelat
- Beberapa Penyebab dan Pemicu Migrain
- Penyebab Bau Badan dan Cara Mencegahnya
- Waspadai Penyakit di Musim Hujan
- Meniran Terlarang Bagi Ibu Hamil
- Teknologi Nuklir Dalam Pengendalian Vektor Penyakit Malaria
- Perubahan Seksualitas Pria
- Pengaturan Makanan Bagi Penderita Jantung Koroner
- Sindrom Baby Blues Pasca Melahirkan
- Minum Kopi Membuat Sperma Berenang Lebih Lincah
- Sekilas Mengenal Kecelakaan Kerja
- Membedakan Nyeri Dada dan Serangan Jantung
- Alasan, Cara Menghindari dan Trik Mengatasi Bekas Gigitan Nyamuk
