| Waspadai Tanda-tanda Pra-diabetes |
|
Jika suatu waktu petugas kesehatan mengatakan kadar gula darah Anda sedikit lebih tinggi dari kadar normal, ada baiknya Anda mulai waspada. Meningkatnya kadar gula darah bisa jadi tanda pra-diabetes. Sebagian besar orang tidak menyadari pra-diabetes merupakan suatu tanda yang perlu ditangani dengan serius. Mereka masih saja meninggalkan kebiasaan berolahraga atau tidak bergeming pada makanan sehat. Selain itu, kelebihan berat badan atau, tingginya kadar gula darah dan tekanan darah tidak dipedulikan sama sekali. Padahal pada masa pra-diabetes, tubuh sedang bekerja berjuang untuk memproses glukosa dalam tubuh yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Pankreas memproduksi insulin untuk memproses glukosa yang dibutuhkan sel darah. Namun sel yang seharusnya menyimpan glukosa tak terpakai terhalang. Glukosa yang tidak disimpan dengan benar akan masuk pada aliran darah sehingga kemudian merusak sel darah. Mengalami pra-diabetes meningkatkan risiko terhadap serangan jantung, stroke dan gangguan mata, termasuk meningkatnya risiko diabetes. Orang dengan pra-diabetes kemungkikan diberitahukan kadar gula darah sewaktu ataupun yang dilakukan setelah berpuasa atau hasil tes keduanya lebih tinggi dari biasanya. Namun belum cukup diklasifikasikan sebagai diabetes. Jika dibiarkan, kemungkinan besar akan terus berkembang menjadi diabetes dan menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh dalam proses tersebut. Sekitar 57 juta orang di Amerika Serikat mengalami pra-diabetes atau dua kali lipat dibandingkan dengan angka penderita diabetes yaitu 23,6 juta. Kadar gula darah mereka pada tes yang dilakukan setelah berpuasa yaitu antara 100-125 miligram per desiliter (mg/dl). Sekitar 12 juta diantaranya mengalami kelebihan berat badan dan usia diantara 45-74 tahun. Orang-orang dengan hasil tes pra-diabetes yang berhasil menurunkan berat badan sekitar 5-7 persen dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sebanyak lima kali per minggu dapat mencegah atau menghambat diabetes. Orang-orang yang berhasil melakukan perubahan pada kehidupan mereka berhasil mengurangi risiko terkena diabetes tipe-2 hingga 58 persen. Demikian diungkapkan oleh peneliti dari Diabetes Prevention Program Clinical. Bahkan sebagian orang berhasil mengembalikan kadar gula darah kembali normal. Masih pada studi yang sama, terapi obat menggunakan metformin berhasil mengurangi perkembangan diabetes hingga 31 persen. Beberapa hal yang perlu anda cermati dari pra-diabetes antara lain :
|
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Falsafah Bajak dan Cangkul
- Petunjuk Pemberantasan Taeniasis / Sistiserkosis Di Indonesia
- Solusi Penyakit Maag Tanpa Mengobati
- Kopi kurangi resiko diabetes
- Makanan untuk Menghilangkan Bau Badan
- Ukuran Pinggang Lebih Akurat Prediksi Penyakit Jantung
- Tempe, pencegah penyakit degeneratif
- Sayuran yang Menyehatkan
- Zat Gizi Bagi Rambut Anda
- Khasiat Buah Nanas
- Sembilan Jenis Makanan Pengusir Stres
- Aneka Khasiat Bunga Sedap Malam
- Kontaminasi Silang pada Bahan Pangan
- Pastel Cacing Tanah
- Body Scanner di Bandara Bisa Memicu Kanker dan Menggugurkan Kandungan