Diabetes

Pencegahan Diabetes


Upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Pencegahan Primer

Cara ini adalah cara yang paling sulit karena sasarannya orang sehat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah agar DM tidak terjadi pada orang atau populasi yang rentan (risiko tinggi), yang dilakukan sebelum timbul tanda-tanda klinis dengan cara :

  • Makan seimbang artinya yang dimakan dan yang dikeluarkan seimbang disesuiakan dengan aktifitas fisik dan kondisi tubuh, dengan menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak karena bisa menyebabkan penyusutan konsumsi energi. Mengkonsusmsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang berserat tinggi dan bukan olahan.
  • Meningkatkan kegiatan olah raga yang berpengaruh pada sensitifitas insulin dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Kerjasama dan tanggung jawab antara instansi kesehatan, masyarakat, swasta dan pemerintah, untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat

 

b. Pencegahan Sekunder

  • Ditujukan pada pendeteksian dini DM serta penanganan segera dan efektif, sehingga komplikasi dapat dicegah.
  • Hal ini dapat dilakukan dengan skrining, untuk menemukan penderita sedini mungkin terutama individu/populasi.
  • Kalaupun ada komplikasi masih reversible / kembali seperti semula.
  • Penyuluhan kesehatan secara profesional dengan memberikan materi penyuluhan seperti : apakah itu DM, bagaimana penatalaksanaan DM, obat-obatan untuk mengontrol glukosa darah, perencanaan makan, dan olah raga.

c. Pencegahan Tersier
  • Upaya dilakukan untuk semua penderita DM untuk mencegah komplikasi.
  • Mencegah progresi dari komplikasi supaya tidak terjadi kegagalan organ.
  • Mencegah kecacatan akibat komplikasi yang ditimbulkan.

 

Strategi yang bisa dilakukan untuk pencegahan DM adalah :

a. Population/Community Approach (Pendekatan Komunitas) :

Mendidik masyarakat menjalankan gaya hidup sehat dengan cara:
  • Mengendalikan berat badan, glukosa darah, lipid, tekanan darah, asam urat.
  • Menghindari gaya hidup berisiko.
  • Kerjasama dengan semua lapisan masyarakat.


b. Individual High Risk Approach (Pendekatan Individu) :

  • Umur > 40th
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Riwayat keluarga / keturunan
  • Dislipidemia / timbunan lemak dalam darah yang berlebihan
  • Riwayat melahirkan > 4 kg
  • Riwayat DM pada saat kehamilan

 

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates