Pradiabetes, atau gejala awal diabetes, adalah suatu kondisi dimana kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal, tetapi masih tidak didiagnosis sebagai diabetes tipe II. Kesempatan untuk berkembang menjadi diabetes tipe II sangat tinggi dalam hal ini. Biasanya gejala Prediabetes sangat sulit untuk diidentifikasi, karena kebanyakan dari menyerupai masalah kesehatan umum.

Kadar normal glukosa darah puasa seharusnya kurang dari 100 mg / dL. Jika kadarnya berada diantara 100 mg / dL sampai 125 mg / dL, anda berada dalam tahap prediabetes.Tahap pradiabetes ini sangat berisiko dan memerlukan perawatan ekstra untuk mencegah terjadinya diabetes di kemudian hari.

Sering kali orang mengabaikan gejala-gejala dan ciri-ciri yang mengarah pada diabetes. Gejala-gejala dan ciri-ciri diabetes ini muncul karena adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat teranggunya kinerja pankreas. Gejala-gejala umum yang biasanya dialami oleh penderita diabetes sering dianggap penyakit ringan dan disepelekan. Padahal, gejala-gejala seperti ini seharusnya disikapi dengan sangat bijaksana. Penanganan sejak dini memungkinkan penderita diabetes mendapatkan perawatan yang memadai dan terhindar dari komplikasi parah.

Berikut adalah beberapa gejala pre-diabetes yang harus diwaspadai untuk mencegah timbunya diabetes di kemudian hari:

1. Sering kehausan

Rasa haus merupakan hal yang normal bagi semua orang, tetapi bila anda selalu merasa haus sepanjang waktu, sebaiknya diwaspadai. Salah satu gejala prediabetes adalah jika anda selalu mengalami rasa haus yang lebih dari biasanya.

Diabetes adalah penyakit kronis yang mana terjadi kadar gula berlebihan di dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal perlu memproduksi lebih banyak urine untuk membantu melepaskan glukosa dari tubuh. Kondisi inilah yang membuat penderita diabetes merasa terus menerus haus karena otak memerintahkan tubuh untuk mengganti hilangnya cairan.

2. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil dapat disebabkan oleh banyak masalah kesehatan, termasuk masalah ginjal. Tetapi jika anda sering buang air kecil dan kuantitas urinnya lebih dari biasanya, bisa menjadi tanda awal diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.

3. Penglihatan menurun

Banyak pederita diabetes mengalami gejala berupa penglihatan yang menurun, dalam hal ini obyek tampak tidak fous dan kabur.

Kadar glukosa yang melonjak naik dan merusak sel pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata akan membuat penglihatan pada penderita diabetes menjadi menurun atau buram. Hal ini sangat bahaya jika gula darah terus meningkat, karena akan menyebabkan kebutaan permanen pada penderitanya.

4. Infeksi pada gigi dan gusi

Gusi sering terinfeksi selama tahap pra-diabetes, kondisi ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang kesulitan dalam melawan bakteri di area mulut.

Penyebab penderita diabetes rentan terkena infeksi disebabkan oleh peningkatan glukosa pada cairan gusi dan darah, kekurangan sel darah putih polimorfonuklear, peningkatan aktivitas kolagen dan penurunan sintesis kolagen. Semua hal ini akan mengubah lingkungan mikroflora di dalam mulut, yang menyebabkan kualitatif bakteri berubah. Sehingga penderita diabetes rentan terhadap infeksi dan mengakibatkan terjadinya penyakit pada jaringan pendukung gigi.

5. Bercak hitam pada kulit

Orang yang mendapat gejala awal diabetes dapat mengalami gangguan kulit tertentu, bisa berupa bercak hitam pada bebeapa area tubuh, terutama di mana ada lipatan kulit, leher, ketiak, siku, lutut atau pada buku-buku jari.

Kadar insulin yang tinggi memicu pertumbuhan sel kulit dan melanin sehingga mengakibatkan adanya bercak hitam. Kondisi ini bisa menandakan kadar gula darah yang melebihi normal.

6. Berat badan menurun

Karena glukosa yang tersedia dalam darah tidak dapat digunakan untuk energi, lemak yang tersimpan akan digunakan oleh tubuh untuk energi. Hal ini akan mengakibatkan penurunan berat badan mendadak yang mudah terlihat. Ini adalah salah satu tanda umum yang harus diwaspadai bahwa anda menderita pradiabetes.

Menurunnya berat badan pada penderita diabetes merupakan akibat pankreas yang mulai rusak. Fungsi pankreas adalah memproduksi insulin untuk memproses asupan glukosa sebagai sumber energi. Pada orang yang menderita diabetes, tubuhnya gagal mengelola gula menjadi energi akibat terjadinya resistensi insulin. Karena tubuh butuh energi, ia mencari alternatif dengan cara memecah lemak untuk menjadi energi. Kalau tidak cukup, protein atau otot yang dipecah sehingga lama-lama berat badan menyusut.

7. Luka yang sulit sembuh

Ketika tubuh memiliki daya tahan yang rendah, infeksi kulit pun dapat terjadi dengan mudah. Hal ini bakal dialami ketika tubuh mengalami luka di mana luka ini tak kunjung sembuh. Proses penyembuhan luka terbuka yang cukup lama bisa dianggap sebagai gejala awal dari diabetes basah.

Kurangnya sirkulasi darah di dalam kaki akibat tersumbatnya arteri-arteri yang disebabkan oleh penyakit arteri perifer, menyebabkan proses penyembuhan luka yang buruk. Luka menjadi sukar sembuh, oksigen dan sel darah putih sulit mencapai jaringan, imunitas tubuh menurun, dan terjadi penurunan fungsi sel darah putih dalam melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, terjadi infeksi pada luka yang sukar sembuh tersebut, dan selanjutnya dapat berakibat terjadinya pembusukan. Ulkus diabetikum adalah penyebab seringnya dilakukan amputasi pada penderita diabetes.

8. Kelelahan ekstrim

Pada tahap prediabetes, akan ada sirkulasi gula atau glukosa dalam tubuh anda. Tapi, karena resistensi insulin, tubuh tidak akan bisa mengubah glukosa tersebut menjadi energi. Hal ini akan mengakibatkan kelelahan ekstrim, yang merupakan salah satu gejala utama dari prediabetes.

loading...