Diare persisten adalah diare akut dengan atau tanpa disertai darah dan berlanjut sampai 14 hari atau lebih. Jika terdapat dehidrasi sedang atau berat, diare persisten diklasifikasikan sebagai “berat”. Jadi diare persisten adalah bagian dari diare kronik yang disebabkan oleh berbagai penyebab.

Panduan berikut ditujukan untuk anak dengan diare persisten yang tidak menderita gizi buruk. Anak yang menderita gizi buruk dengan diare persisten, memerlukan perawatan di rumah sakit dan penanganan khusus.

Pada daerah yang mempunyai angka prevalensi HIV tinggi, curigai anak menderita HIV jika terdapat tanda klinis lain atau faktor risiko. Lakukan pemeriksaan mikroskopis tinja untuk melihat adanya isospora.

Diagnosis

Bayi atau anak dengan diare yang berlangsung selama = 14 hari, dengan tanda dehidrasi, menderita diare persisten berat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

Tatalaksana

Lakukan penilaian pada anak untuk tanda-tanda dehidrasi dan beri cairan sesuai dengan hasil penilaian tersebut.

Larutan oralit efektif bagi kebanyakan anak dengan diare persisten. Namun demikian, pada sebagian kecil kasus, penyerapan glukosa terganggu dan larutan oralit tidak efektif. Ketika diberi larutan oralit, volume BAB meningkat dengan nyata, rasa haus meningkat, timbul tanda dehidrasi atau dehidrasi memburuk dan tinja mengandung banyak glukosa yang tidak dapat diserap. Anak ini memerlukan rehidrasi intravena sampai larutan oralit bisa diberikan tanpa menyebabkan memburuknya diare.

Pengobatan rutin diare persisten dengan antibiotik tidak efektif dan tidak boleh diberikan. Walaupun demikian pada anak yang mempunyai infeksi non intestinal atau intestinal membutuhkan antibiotik khusus.

Periksa setiap anak dengan diare persisten apakah menderita infeksi yang tidak berhubungan dengan usus seperti pneumonia, sepsis, infeksi saluran kencing, sariawan mulut dan otitis media. Jika ada, beri pengobatan yang tepat.

  • Beri pengobatan sesuai hasil kultur tinja (jika bisa dilakukan).
  • Beri zat gizi mikro dan vitamin yang sesuai.
  • Obati diare persisten yang disertai darah dalam tinja dengan antibiotik oral yang efektif untuk Shigella, misalnya siprofloxasin, sefiksim dan asam nalidiksat.
  • Berikan pengobatan untuk amubiasis (metronidazol oral: 50 mg/kg, dibagi 3 dosis, selama 5 hari) hanya jika:
    - pemeriksaan mikroskopis dari tinja menunjukkan adanya trofozoit Entamoeba histolytica dalam sel darah; ATAU
    - dua antibiotik yang berbeda, yang biasanya efektif untuk shigella, sudah diberikan dan tidak tampak adanya perbaikan klinis.
  • Beri pengobatan untuk giardiasis (metronidazol: 50 mg/kg, dibagi 3 dosis, selama 5 hari) jika kista atau trofosoit Giardia lamblia terlihat di tinja.
  • Beri metronidazol 30 mg/kg dibagi 3 dosis, bila ditemukan Clostridium defisil (atau tergantung hasil kultur). Jika ditemukan Klebsiela spesies atau Escherichia coli patogen, antibiotik disesuaikan dengan hasil sensitivitas dari kultur.

Pemberian Makan untuk Diare Persisten

Perhatian khusus tentang pemberian makan sangat penting diberikan kepada semua anak dengan diare persisten. ASI harus terus diberikan sesering mungkin selama anak mau.

Diet Rumah Sakit

Anak-anak yang dirawat di rumah sakit memerlukan diet khusus sampai diare mereka berkurang dan berat badan mereka bertambah. Tujuannya adalah untuk memberikan asupan makan tiap hari sedikitnya 110 kalori/kg/hari.

Bayi berumur di bawah 6 bulan

  • Semangati ibu untuk memberi ASI eksklusif. Bantu ibu yang tidak memberi ASI eksklusif untuk memberi ASI eksklusif pada bayinya.
  • Jika anak tidak mendapat ASI, beri susu pengganti yang sama sekali tidak mengandung laktosa. Gunakan sendok atau cangkir, jangan gunakan botol susu. Bila anak membaik, bantu ibu untuk menyusui kembali.
  • Jika ibu tidak dapat memberi ASI karena mengidap HIV-positif, ibu harus mendapatkan konseling yang tepat mengenai penggunaan susu pengganti secara benar.

Anak berumur 6 bulan atau lebih

Pemberian makan harus dimulai kembali segera setelah anak bisa makan. Makanan harus diberikan setidaknya 6 kali sehari untuk mencapai total asupan makanan setidaknya 110 kalori/kg/hari. Walaupun demikian, sebagian besar anak akan malas makan, sampai setiap infeksi serius telah diobati selama 24 – 48 jam. Anak ini mungkin memerlukan pemberian makan melalui pipa nasogastrik pada awalnya.

Dua diet yang direkomendasikan untuk diare persisten

Pada tabel berikut ini (Tabel 19 dan 20) terdapat dua diet yang direkomendasikan untuk anak dan bayi umur > 6 bulan dengan diare persisten berat. Jika terdapat tanda kegagalan diet (lihat di bawah) atau jika anak tidak membaik setelah 7 hari pengobatan, diet yang pertama harus dihentikan dan diet yang kedua diberikan selama 7 hari.

Pengobatan yang berhasil dengan diet mana pun dicirikan dengan:

  • Asupan makanan yang cukup
  • Pertambahan berat badan
  • Diare yang berkurang
  • Tidak ada demam

Ciri yang paling penting adalah bertambahnya berat badan. Bertambahnya berat badan dipastikan dengan terjadinya penambahan berat badan setidaknya selama tiga hari berturut-turut.

Beri tambahan buah segar dan sayur-sayuran matang pada anak yang memberikan reaksi yang baik. Setelah 7 hari pengobatan dengan diet efektif, anak harus kembali mendapat diet yang sesuai dengan umurnya, termasuk pemberian susu, yang menyediakan setidaknya 110 kalori/kg/hari. Anak bisa dirawat di rumah, tetapi harus terus diawasi untuk memastikan pertambahan berat badan yang berkelanjutan dan sesuai dengan nasihat pemberian makan.

Kegagalan diet ditunjukkan oleh:

  • Peningkatan frekuensi BAB anak (biasanya menjadi >10 berak encer per harinya), sering diikuti dengan kembalinya tanda dehidrasi (biasanya terjadi segera setelah dimulainya diet baru), ATAU
  • Kegagalan dalam pertambahan berat badan dalam waktu 7 hari

 

Tabel 1

Diet untuk diare persisten, diet pertama: diet yang banyak mengandung pati (starch), diet susu yang dikurangi konsentrasinya (rendah laktosa)

Diet ini harus mengandung setidaknya 70 kalori/100 gram, beri susu sebagai sumber protein hewani, tapi tidak lebih dari 3.7 gr laktosa/kg berat badan/hari dan harus mengandung setidaknya 10% kalori dari protein. Contoh berikut mengandung 83 kalori/100 gr, 3.7 gr laktosa/kg berat badan/hari dan11% kalori dari protein:

  • susu bubuk lemak penuh (atau susu cair: 85 ml) 11 gr
  • nasi 15 gr
  • minyak sayur 3.5 gr
  • gula tebu 3 gr
  • air matang 200 ml

Tabel 2

Diet untuk diare persisten, diet kedua: Tanpa susu (bebas laktosa) diet dengan rendah pati (starch)

Diet yang kedua harus mengandung setidaknya 70 kalori/100 gr, dan menyediakan setidaknya 10% kalori dari protein (telur atau ayam). Contoh di bawah ini mengandung 75 kalori/100 gr:

  • telur utuh 64 gr
  • beras 3 gr
  • minyak sayur 4 gr
  • gula 3 gr
  • air matang 200 ml

Ayam masak yang ditumbuk halus (12 gr) dapat digunakan untuk mengganti telur untuk memberikan diet 70 kalori/100 gr.

Bubur tempe juga bisa diberikan apabila tersedia atau bisa dibuat sendiri dengan cara sebagai berikut:
Bahan:
- Beras 40 gr ½ gelas
- Tempe 50 gr 2 potong
- Wortel 50 gr ½ gelas

Cara membuat:
1. Buatlah bubur. Sebelum matang masukkan tempe dan wortel.
2. Setelah matang diblender (atau dihancurkan dengan saringan) sampai halus.
3. Bubur tempe siap disajikan.

Suplemen multivitamin dan mineral

Semua anak dengan diare persisten perlu diberi suplemen multivitamin dan mineral setiap hari selama dua minggu. Ini harus bisa menyediakan berbagai macam vitamin dan mineral yang cukup banyak, termasuk minimal dua RDAs (Recommended Daily Allowance) folat, vitamin A, magnesium dan copper.

Sebagai panduan, satu RDA untuk anak umur 1 tahun adalah:

  • folat 50 micrograms
  • inc 10 mg
  • vitamin A 400 micrograms
  • zat besi 10 mg
  • tembaga (copper) 1 mg
  • magnesium 80 mg.

Pemantauan

Perawat harus memeriksa hal-hal di bawah ini setiap hari:

  • berat badan
  • suhu badan
  • asupan makanan
  • jumlah BAB