| Klasifikasi Diare pada Bayi Baru Lahir |
|
Berak encer dan sering, merupakan hal biasa pada bayi muda yang mendapat ASI saja. Ibu akan mengenali bayi yang diare karena perubahan bentuk tinja yang tidak seperti biasanya dan frekuensi beraknya lebih sering dibanding biasanya.
Jika bayi mengalami diare tanpa dehidrasi, ibu dapat memberikan pertolongan pertama dengan memberikan lebih banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin. Oralit merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan. Jika bayi mengalami dehidrasi akibat diare maka bayi perlu segera ditangani oleh petugas kesehatan. |
Most Read Articles
- Gangguan yang sering terjadi pada Sistem Ekskresi
- Manfaat dan Bahaya Seks Ketika Hamil
- Khasiat Buah Mahkota Dewa
- Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan Manusia
- Khasiat Pisang untuk Pengobatan
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Manfaat Kunyit untuk Pengobatan
- 5 Macam Penyakit Akibat Pencemaran Partikel Debu di Udara
- Manfaat Pepaya untuk Obat
- Diet bagi Penderita Hipertensi
Random Artikel
- Peranan Asam Jengkol pada Keracunan Buah Jengkol
- Tanggal Lahir dan Kepribadian Anda
- Khasiat Buah Apel
- Gaya Hidup Pencegahan Kanker
- Mengenal Common Cold atau Selesma
- Berbagai Manfaat Jalan Kaki
- Jus Untuk Pembersihan usus
- 11 Kebiasaan Dalam Makan Yang Menyehatkan
- Manfaat dan Bahaya Sauna
- Cara Alami Hilangkan Ketombe
- Khasiat Buah Jambu Biji
- Tradisi Yang Berbahaya Bagi Perempuan dan Anak Perempuan
- Broken Home
- Delapan Masalah Kesehatan Yang Dapat Ditangani Vitamin E
- Self Heal - Doing More For Yourself
